Linto Baro Dan Dara Baro Tampil ‘Wah’ Dalam Pameran Gebyar Pernikahan Indonesia

Pelaksanaan Pameran Gebyar Pernikahan Indonesia (GPI) Edisi ke 12 yang berlangsung dari tanggal 4-6 Oktober 2019 di Kartini Expo, Balai  Kartini Jakarta menghadirkan Linto Baro dan Dara Baro Aceh lengkap dengan pelaminan khas Aceh. Penampilan ‘wah’ dari sepasang pengantin Aceh ini merupakan kerja apik dan profesional dari semua yang terlibat dalam pelaksanaan event ini.

Pada Pameran GPI ke 12 yang diselenggarakan oleh Parakrama Organizer ini telah menggandeng Pemerintah Provinsi Aceh untuk  menghadirkan sisi Budaya atau Adat Perkawinan Aceh sebagai tema sentral. Untuk itu pameran GPI kali  ini dihadiri dan  dibuka langsung oleh Ibu Plt Gubernur Aceh, Dr Ir Dyah Erti Idawati MT. Disamping itu hadir juga dua anggota DPR RI asal Aceh Illiza Sa’duddin Djamal dari PPP dan Muslim dari Partai Demokrat, istri Bupati Aceh Tengah Puan Ratna, Ketua Taman Iskandar Muda Surya Darma, tokoh Aceh Mustafa Abubakar dan ibu, Pocut Hazlinda dan beberapa tokoh lainnya.

Acara yang diawali dengan persembahan tari Ranub Lampuan, yang merupakan tarian selamat datang yang ikut mengiringi sepasang pengantin menuju panggung. Dekorasi Panggung menghadirkan  pelaminan Aceh yang mewah dengan sulam benang emas. Upacara adat Aceh “peusijuek” juga dihadirkan di atas panggung sebagai bagian dari prosesi adat perkawinan Aceh.

Ibu Plt Gubernur Aceh tampil dengan pakaian khas Adat Aceh yang gemerlap menyampaikan kata sambutannya setelah acara GPI ini resmi dibuka. “Suatu kebanggaan bagi pemerintah Aceh karena tema Aceh dipilih sebagai ikon pembuka pameran tersebut.

Oleh karena itu, kita berusaha semaksimal mungkin menampilkan pakaian adat dari setiap sub etnis yang ada di Provinsi Aceh, salah satu yang paling menonjol adalah pakaian adat sub etnis dari Aceh pesisir, karena pakaian adat pernikahan Aceh pesisir ini sarat dengan motif daerah serta kaya dengan warna yang beragam mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki,” ujarnya.

Kehadiran dan keikutsertaan Pemerintah Aceh di gelaran ini telah ikut menegaskan bahwa  Pemerintah Aceh serius mendorong promosi budaya Aceh di berbagai daerah termasuk di Jakarta. “Kami berharap, pameran ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan muda di luar Aceh untuk mendekor pernikahan mereka dengan menggunakan budaya Aceh sehingga ini menjadi bentuk ke-Bhinneka-an dan keberagaman Indonesia,” terang Dyah Erti Idawati.

Gebyar Pernikahan Indonesia ke 12 ini menghadirkan 150  vendor pernikahan terbaik dari seluruh Indonesia.Kesemua vendor tersebut terhimpun dalam asosiasi vendor dan telah terverifikasi dan terbukti telah memiliki pengalaman di bidangnya. Selain itu acara ini diisi dengan Fashion Show, Trend Kebaya 2019, Gebyar Pengantin Nusantara, Demo Make Up, dan Talkshow Interaktif. (SRF).

0 Reviews

Write a Review

Said Rulam Fauzi

Read Previous

Juara Ratoh Duek

Read Next

Pawai takbiran Idul Fitri 1440 H, di Banda Aceh 2019

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *